Home Berita / Informasi Berita Kampus Dialog Dengan Koordinator Kopertis XI Kalimantan
Dialog Dengan Koordinator Kopertis XI Kalimantan

SINTANG-Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah timur kalimantan barat menunjukan perkembangan yang berarti. Jika dikelola dengan baik dan profesional maka tetep akan dicari dan jadi tujuan calon mahasisawa untuk menuntut ilmu.

Demikian disampaikan Koor-dinator Kopertis Wilayah XI Kal-imantan, Prof Sipon Muladi usai berdialog dengan civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kapuas Raya Sintang di ruangan pertemuan kampus, Minggu (24/2) lalu.

“Sepanjang pengelolaannya profesional, jangan takut tidak ada peminat karena kualitas dan kemudahan untuk mengakses lembaga pendidikan tetep menjadi pilihan, biarpun SPP nya mahal tetep saja dicari.” Ujarnya.

DIALOG: Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Prof Sipon Muladi berdialog dengan civitas akademika STIKes Kapuas Raya Sintang, Berbagai hal disampaikan menyangkut pengelolaan kampus, dosen dan mahasiswa.

Kualitas itu kata dia menyangkut sarana dan prasarana pendukung perkuliahan, jumlah dan kualitas tenaga pengajar. “ Aksesibilitas juga kadang menjadi pertimbangan, dari pada jauh – jauh ke Jawa misalnya, ketika jurusan yang mau dipilih ada di Sintang, Maka kuliahnya cukup di Sintang,” kata dia.

Dia melihat STIKes Kapuas Raya Sintang dan sejumlah kampus swasta di kawasan timur  kalimantan barat ini sudah memperlihatkan perkembangan yang cukup berarti, seperti terlihat dari sarana gedung dan fasilitas lainnya serta dosen.


PENGARAHAN: Prof Sipon Muladi memberikan materi & juga berdialog dengan civitas akademika STIKes Kapuas Raya Sintang.

“Kalau seperti ini perkembangannya, jelas akan jadi pilihan masyarakat, kalau kampusnya sewa ruko kecil, dosenya tidak jelas, orang juga akan berpikir – pikir.” ucapnya.

Perkembangan PTS bidang kesehatan memang dimoratorium dan itu kata dia lebih ditunjukan untuk Pulau Jawa karena kondisinya sudah jenuh. Namun di luar Jawa masih membutuhkan masih banyak tenaga yang diperlukan daerah terutama penempatan di daerah terpencil.

“ Kalau dari Jawa mungkin kalau ditugaskan di pedalaman Sintang tidak mau, artinya ini juga jadi pilihan masyarakat setempat untuk menyekolahkan anaknya mengambil bidang kesehatan, kalaupun tidak jadi PNS, tetap saja tenaga kesehatan ini bisa mandiri, apalagi sekarang banyak investasi yang masuk, perusahan juga kedepan membutuhkan tenaga medis untuk mendukung kegiatan mereka,” jelasnya.