Home Berita / Informasi Berita Kampus Berikan Kesempatan Bidan Mengabdi
Berikan Kesempatan Bidan Mengabdi

Memberikan kesempatan pada Bidan yang masih mengabdi di daerah terpencil untuk terus berkarya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kapuas Raya membuka program khusus non regular DIII Kebidanan. Program yang diawali dengan pelaksanaan Semiloka Program DIII Tahun Akademik 2010/2010 ini berlangsung sukses.

Tak kurang, 40 peserta yang akan melangsungkan perkuliahan di STIKes memadati lokasi Semiloka, Kamis (22/7) di ruang aula STIKes Kapuas Raya. Tampak hadir menjadi pemateri, Kepala Dinas Kesehatan Sintang dr Markus Budi Gatot M.Kes, mewakili Bupati Sintang, Ketua STIKes Kapuas Raya, Uray B Asnol, SKM.,MM ini mengupas berbagai persoalan yang kini dihadapi para Bidan.

Kegiatan yang digelar berkat kerjasama, Poltekes Kementerian Kesehatan Pontianak, Ikatan Bidan Indonesia Cabang Sintang, Dinas Kesehatan Sintang dan STIKes Kapuas Raya ini juga untuk mendapatkan titik terang. Terutama mengenai waktu perkuliahan yang mesti dilakukan para Bidan. Sebab idealnya, perkuliahan yang kini dilakukan Bidan tidak menghambat pelayanan pada masyarakat.

Bukan itu saja, program khusus yang ijazah akan diterbitkan langsung Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, bertujuan untuk menjawab keinginan para Bidan yang kini masih berpendidikan Diploma I (DI). Karena berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kesehatan RI nomor HK.02.02/MENKES/149/2010, tertanggal 27 Januari 2010 tentang Ijin dan penyelenggaraan praktik Bidan mandiri, hanya memberikan ijin praktik pada Bidan yang sudah berpendidikan DIII. Selain itu, masih ada Keputusan Menteri Aparatur Negara (Kepmenpan) no 01/PER/M.PAN/1/2009 tentang Jabatan fungsional Bidan.

“Pada dasarnya kita memfasilitasi, dengan menyediakan ruang perkuliahan dan tempat praktikum. Sedangkan ijazah akan diterbitkan langsung Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, hanya memang tenaga pengajar tetap dari STIKes dan Poltekes Pontianak,” terang Ketua STIKes Kapuas Raya, Uray B Asnol, SKM,MM., saat dijumpai Equator.

Bapak Asnol (panggilan akrabnya) ini menuturkan, program untuk memberikan pendidikan bagi para Bidan yang sudah berstatus PNS ini akan terus berlanjut. Bahkan tahun depan, pihaknya sudah merancang kerjasama dengan Pemkab Kapuas Hulu. Selanjutnya akan diikuti dengan program kerjasama dengan Pemkab Melawi, Sekadau dan Sanggau.

“Sasaran kita lima kabupaten terdekat. Mengingat tidak diperbolehkan untuk membuka kelas jarak jauh. Sehingga para mahasiswa harus mengikuti perkuliahan di STIKes,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, dr Markus Budi Gatot M.Kes, mewakili Bupati Sintang menuturkan, sangat menyambut baik program tersebut. Karena dirinya memahami, banyak kendala dihadapi para Bidan untuk melanjutkan pendidikan terutama yang berada di pedalaman. Karena itu dibutuhkan kebijakan yang mampu mengakomodir permasalahan tersebut.

“Bidan itu ujung tombak pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak untuk tercapainya Millennium Development Goals (MDGs). Dalam era globalisasi saat ini, tuntutan akan status kesehatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan harus mendapatkan perhatian lebih besar,” tuturnya.

Diutarakan Markus, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi dan BPS menunjukkan, tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) Nasional selama kurun waktu 10 tahun terakhir memang dapat ditekan. Namun jumlah itu, masih jauh dari harapan MDGs 2015. (equator)

 

UNBAYA

 

UNBAYA