Home Berita / Informasi Artikel Kesehatan
Artikel Kesehatan
KANTUK MENYERANG..KATAKAN “TIDAK” PADA SAAT YANG TIDAK TEPAT

 

KANTUK MENYERANG..KATAKAN “TIDAK”

PADA SAAT YANG TIDAK TEPAT

Oleh: Rani Surya Rama, S.ST

Mengantuk itu wajar bukan?? Siapa sih yang tidak pernah mengantuk, hal ini merupakan proses yang alamiah saat tubuh memberikan signal untuk istirahat, mengantuk biasa di ekspresikan dengan menguap sebagai proses  pengambilan oksigen atas perintah otak karena tubuh sedang kekurangan oksigen.Opppsss…..sayang sekali  banyak orang yang tidak bisa menahan rasa kantuk dan  parahnya  hal ini bisa terjadi  didepan umum, misalnya mengantuk dikelas pada saat jam pembelajaran berlangsung…malu kan sob..?

Hal ini pernah saya alami saya alami saat menjalani pendidikan dahulu, beruntung saya cepat dalam menyikapinya, sehingga tidak berlangsung lama,  atas dasar itu pula sebagai wanita yang berprofesi sebagai pendidik saat ini, saya senang sekali mengamati perilaku peserta didik pada saat belajar,  oo….ternyata  kebiasaan ini tidak memandang tempat  sob, masih saja ada peserta didik yang mengantuk dikelas pada saat jam pembelajaran berlangsung sekalipun pembelajaran di pagi hari, pertanyaannya..apa sih yang menyebabkan peserta didik  mengantuk pada saat jam pembelajaran berlangsung? Selidik punya selidik ditambah dengan pengalaman,,,hehe.. ada beberapa hal yang menyebabkannya, diantaranya: lembur semalaman karena tugas  yang menggunung dan harus dikumpulkan esok hari, nonton film korea yang bikin penasaran sampai  lupa kalau bentar lagi mau adzan subuh, buka FB dan on line sampai larut malam,terlalu banyak makan maupun  mengkonsumsi makanan yang tinggi protein saat sarapan pagi, pembelajaran yang tidak menarik atau pendidik yang membosankan saat mengajar, lalu menderita penyakit seperti amandel, asma, cacingan ataupun anemia.9

Jika sudah tahu penyebabnya, langkah yang harus kita lakukan adalah mencari solusinya, diantaranya : Mengajarkan  peserta didik untuk mengerjakan tugas tepat waktu dan membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang harus ditaati, sarapan pagi tidak terlalu banyak, minta peserta didik untuk berjalan beberapa langkah dari tempat duduknya untuk merileksasikan otot-otot yang tegang,  pijat kepala perlahan dari atas kebawah untuk melancarkan peredaran darah otak hingga mensuplai oksigen lebih banyak ke otak untuk mengurangi kantuk, minum air putih untuk membantu otak memperoleh oksigen, izin kan peserta didik untuk memandang pohon dan dedaunan yang hijau, izinkan peserta didik  untuk mencuci muka kekamar mandi, ajarkan peserta didik untuk lebih kreatif di kelas dengan memberikan pertanyaan atau memancing untuk bertanya, cipatakan suasana kelas yang hangat dan menarik seperti memberikan games di sela-sela pembelajaran, namun bila disebabkan oleh penyakit konsultasikan dengan dokter untuk pengobatannya.

Sudah selayaknya hal yang dianggap sepeleh ini menjadi perhatian pendidik, bila dilihat dari aspek pendidikan hal ini tentu merugikan ke dua belah pihak, baik dari pendidik maupun dari peserta didik itu sendiri, bagaimana mungkin pendidik mampu menggali potensi peserta didik secara optimal. Karena  dalam keadaan mengantuk  menurunkan konsentrasi peserta didik, menurunkan kemampuan berfikir, mengurangi  semangat dan kecermatan dalam menerima pembelajaran, begitupun sebaliknya melihat peserta didik dalam keadaan mengantuk akan mengganggu konsentrasi dari pendidik dalam menerangkan pembelajaran.

Apabila proses tidak berjalan optimal bagaimana mungkin kita akan mendapatkan hasil maksimal…untuk itu perlu kerjasama yang baik dari segala pihak, dalam mengubah kebiasaan yang mengganggu ini, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan maupun pencerdasan generasi bangsa.

Semoga bermanfaat untuk kita semua…..amiiiiinnnn…

 
PIL KB UNTUK PRIA SUDAH ADA LOH...??"

RANI SURYA RAMA, S.ST | PENULIS-Siapa bilang yang bisa memakai alat kontrasepsi itu hanya kaum hawa saja, seiring dengan majunya teknologi , kini kaum adam (laki-laki) juga bisa memakai alat kontrasepsi. Di Indonesia ini juga kita bayak mengenal alat kontrasepsi seperti kondom, vasektomin dan senggama terputus, nah ter-nyata sekarang berkat tangan dingin anak bangsa yang bernama Prof. Bambang Prajogo E.W, Apt, MS. Kaum adam sekarang sudah bisa mengunakan alat  kontrasepsi Pil KB seperti layaknya seorang wanita.

Berawal dari penelitian yang telah beliau lakukan sejak tahun 1983,  pada  salah satu suku di bagian tengah papua. dimana seorang  pria disana mengkonsumsi tanaman yang biasa dikenal dengan gandarusa atau justicia gandarussa, dengan cara direbus dan diminum 30 menit sebelum melakukan hubungan seksual dengan sang istri, ternyata hal tersebut dikarenakan sang istri tidak boleh hamil dulu sebelum maharnya dibayar oleh suaminya, dan terbukti cara tersebut cukup ampuh. Gandarusa ini telah digunakan oleh masyarakat papua secara turun - temurun sebagai alat kontraspsi pria,  ( mencegah penetrasi spermatozoa ke ovum ) dengan komponen flavonoid yang terkandung di dalamnya menghambat aktivitas enzim hyaluronidase spermatozoa untuk menembus cumulus ovurus ovum, hambatan efektivitas enzim ini menyebabkan hambatan penetrasi  sperma ke ovum hingga terjadi fertilisasi.

Inilah Gambar dari tanaman GANDARUSA dan Pil (Kapsul) Extrak Gandarusa:

Sementara itu, di Indonesia sendiri dikabarkan Pil KB khusus pria ini akan diproduksi oleh PT. Indofarma Tbk, yang dikembangkan oleh peneliti asal Fakultas Farmasi Air Langga (UNAIR) Surabaya, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berncana Nasional (BKKBN), direncanakan akan siap diproduksi massal pada tahun 2014, karena telah melewati uji klinis. Pil KB pria ini akan dikemas dalam 1 botol dngan 30 kapsul, pemakaiannya menyesuaikan dengan siklus haid istri , semakin pendek waktu pemakaian akan semakin baik apalagi bila diminum pada awal menstruasi istri sehingga pada saat masa subur enzim sperma sudah melemah.

 
Kesertaan KB dalam jampersal / sosialisasi Alat Kontrasepsi Pasca Persalinan dan Keguguran

Jaminan Persalinan (Jampersal) adalah jaminan pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan kesehatan nifas termasuk KB pascapersalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

Sejak diluncurkan pada tahun 2011, Jampersal telah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di seluruh Tanah Air dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. dalam acara yang di adakan di gedung STIKes Kapuas Raya, sebagai pembicara  Drs Muslimat M.si. memaparkan Kesertaan KB dalam jampersal/ sosialisasi Alat Kontrasepsi Pasca Persalinan dan Keguguran .adapun yang menghadiri seminar tersebut BKKBN Prov Kalbar, Ka.Badan Keluarga Berencana & Pemberdayaan Perempuan, Dinkes Sintang dan IBI Cab Sintang.

 
JAM PIKET ORGAN TUBUH

 

Dr. William Adi Tedja, TCM, MA, dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta Barat, menyatakan bahwa ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM) mengenal jam piket organ atau disebut juga oriental biorhythmic. Dalam waktu 24 jam, tubuh membagi diri menjadi 12 area, masing-masing area mewakili satu organ dan memiliki aktivitas chi (energi vital) maksimal.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4